Jadi Web Developer atau Web Designer, Gimana sih Caranya?

10

Gimana sih cara jadi Web Developer atau Web Designer?

Saya anggap untuk kamu yang baca bagian ini sama sekali buta arah dengan dunia web development atau masih bingung soal dunia persilatan web development.

Sebenernya jadi web developer itu mudah kok, asal mau belajar dan belajar dari sumber yang up-to-date. Selain itu kamu juga harus paksain untuk belajar materi berbahasa inggris. Kenapa? Karena materi soal web development itu banyak banget yang bagus yang rata-rata berbahasa inggris.

Kali ini saya coba untuk jelaskan dulu apa sebenernya web developer dan istilah-istilah yang kadang membingungkan untuk kamu.

Apa sih sebenarnya Web Developer itu?

Web Developer yaitu seseorang yang membangun sebuah Website. Web Developer pada umumnya dapat dibagi kepada beberapa bagian :

  • Web Designer (UI/UX Designer)
  • Front-end Web Developer
  • Back-end Web Developer
  • Full-stack Web Developer

Sebenarnya selain diatas masih banyak bagian-bagian lainnya, namun saya hanya akan membahas yang ada diatas saja

Web Designer (UX/UI Designer)

Web Designer merupakan seseorang yang mendesain sebuah website. Maksud dari mendesain ini adalah sang designer ini yang membuat gambaran website akan seperti apa (wireframe) dan terlihat seperti apa (mockup).

Web Designer biasanya bekerja menggunakan tools seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Sketch (Mac), dan tools-tools lainnya. Mereka pun biasanya menggambar terlebih dahulu di kertas sebelum mereka membuat desainnya di aplikasi.

Saya sendiri lebih suka memanggilnya sebagai UX/UI Designer (walaupun dalam konteksnya UX/UI ini tidak hanya di dalam website saja).

Web Designer ini pada dasarnya sama sekali tidak bermain dengan kode. Namun beberapa Web Designer memiliki keahlian HTML dan CSS bahkan Javascript (walaupun sebenarnya untuk keahlian ini biasanya wajib dimiliki Front-end Web Developer)

Front-end Web Developer

Front-end Web Developer merupakan seseorang yang mengerjakan kode layout sebuah website yang sebelumnya layout dan gambaran websitenya sudah dikerjakan oleh Web Designer.

Seorang Front-end Developer merupakan seseorang yang mengurusi segala hal yang terjadi pada bagian website yang diakses dan digunakan oleh client (client-side).

Front-end Web Developer setidaknya harus memiliki keahlian di HTML, CSS dan Javascript. Ketiga keahlian tersebut merupakan fondasi penting untuk seorang Front-end Developer.

Akan menjadi nilai tambah apabila seorang Front-end Web Developer memiliki keahlian untuk menggunakan Framework seperti Bootstrap dan jQuery.
Terkadang seorang Front-end Web Developer ini merangkap tugas menjadi Web Designer.

Front-end Web Developer ini biasanya tidak mengurusi hal seperti Database atau bahasa pemrograman PHP, kalaupun iya hanya untuk menampilkan data yang telah dibuat oleh Back-end. Bagian tersebut biasadikerjakan oleh Back-end Web Developer.

Back-end Web Developer

Back-end Web Developer merupakan seseorang yang mengerjakan sistem bagaimana sebuat website bekerja. Sistem website ini merupakan sistem yang berjalan di dalam suatu server (server-side).

Back-end Web Developer-lah yang bermain dengan bahasa pemrograman server (server-side languange) seperti PHP, JSP, atau ASP. Mereka pula-lah yang biasanya mengurusi urusan Database seperti MySQL, Oracle, dan lain lain. (Pada perusahaan besar biasanya pekerjaan ini dikerjakan oleh Database Analyst)

๏ฟผSeorang Backend Developer harus memiliki dan memahami konsep algoritma yang kuat (yang biasanya dipelajari pada awal-awal semester pada kuliah) dan beberapa konsep-konsep pemrograman (seperti OOP atau Object Oriented Programming)
Back-end Developer pun harus bisa memastikan bahwa aplikasi (website) yang ia buat aman dari serangan-serangan orang yang tak bertanggung jawab.

Full-stack Web Developer

Full-stack Web Developer bisa dikatakan sebagai Superman atau Single Fighter. Hal tersebut disebabkan karena seorang Fullstack Developer harus mengerti dan mengerjakan semua yang dikerjakan oleh Web Designer, Front-end dan Back-end Developer.

Pada banyak kasus di perusahaan (terutama di UKM dan perusaaan non-startup), seseorang yang bekerja menjadi web developer terkadang menjadi Full-stack Web Developer dikarenakan SDM yang terbatas(termasuk gajinya T_T).


Pada artikel selanjutnya, kita akan membahas perbedaan antara Front-end Web Developer and Back-end Web Developer. Stay tune terus ya di BelajarKoding.net ๐Ÿ™‚

  • Yunieanti Khusnul

    Ka disini ada ngga cara buat header website sederhana dengan gambar? dalam pengodingan? terima kasih?

    • http://www.rintismassadepan.com/ Yohanes Guntur

      udah ada yang tanggapin belum bikin headernya sist Yunieanti…?

    • http://galihpratama.net/ Galih Pratama

      Sebenarnya untuk header cukup sederhana, sudah bisa buatnya?

  • Ricky Aditya

    Saya pernah dengar kata “Web Master”, apa definisinya sama dengan “Full-stack Web Developer”?

    • Alvin Rochafi

      Setau saya sama, hanya penggunaan istilah lain

      • http://galihpratama.net/ Galih Pratama

        Betul, hanya beda istilah saja ๐Ÿ™‚

  • Junior M Aziz

    Terimakasih akang Galih Pratama, semoga ilmu yang anda bagikan berguna untuk saya dan para pemula yang mau belajar ๐Ÿ™‚

    • http://galihpratama.net/ Galih Pratama

      Amiin semoga bermanfaat ๐Ÿ˜€

  • Hafiz Cah Bonex

    Saya ingin belajar tentang Pemasangan Mysql / Perintah pada (php,html,css)
    dimanakah saya bisa belajar ?

  • http://www.rintismassadepan.com/ Yohanes Guntur

    Mohon ijin penyematan link url blog ini pada artikel saya. Sebagai contoh desain blog yang baik.

    Mohon kiranya berkenan meninjau, dan sekiranya tidak berkenan maka mohon beritahu saya. Sehingga saya dapat menghapusnya.

    Dan berikut adalah link url terkait hal diatas: http://www.multibisnisindo.com/detailpost/desain-tema-blog-fresh-dan-ringan-untuk-ga